Fitur keselamatan aktif pada Volkswagen Caravelle / Transporter ( T5 )

IMG-20130731-08446

Banyak diantara kita yang mengganggap bahwa mobil sejenis Mercedes dan BMW adalah mobil super canggih yang tiada lagi bandingannya. Anggapan itu memang betul namun tidak semuanya betul.

Adalah VOlkswagen yang memang di Indonesia belum seterkenal kedua merk yang kami tulisan diatas. Tetapi, tahukan anda bahwa Volkswagen memiliki teknologi yang sudah sangat canggih yang dapat semakin membuat anda baik sebaiak pengendara maupun penumpang selain dibuat nyaman didalamnya juga akan dibuat merasa sangat aman selama perjalanan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai fitur keselamatan aktif atau biasa disebut active safety pada mobil Volkswagen T5 ( Caravelle / Transporter). Maka berikut adalah penjabaran kami yang kami dapatkan dari salah satu pelatihan kawakan dari Volkswagen Indonesia :

  • 17″ Dual Piston Brake: Volkswagen T5 di bekali oleh rem cakram setiap rodanya. Setiap roda diberikan cakram dengan diameter 17″ dan setiap cakram di pasangi kaliper rem yang didalamnya terdapat dua piston yang sangat handal dalam menghentikan mobil walaupun dalam mobil sedang melaju kencang sekalipun tanpa memberi efek mobil seperti terbuang.
  • ABS (Antilock Braking System) : Jika anda berpendapat bahwa ABS sudah banyak di mobil – mobil lain bahkan di mobil Jepang yang kelas menengah sekalipun, memang benar adanya. Namun, jangan buru-buru membuat kesimpulan karena anda baru saja di bagian ABS dan masih banyak lagi lainnya yang akan anda baca. 🙂 ABS merupakan suatu teknologi yang bertugas untuk mencegah roda mengunci saat mobil sedang melakukan pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi. Dengan mencegah roda mengunci maka dapat dipastikan anda tetap akan bisa mengarahkan dan mengendalikan mobil anda. Karena perlu anda ketahui bahwa rem tugasnya hanya menghentikan roda bukan menghentikan mobil, jadi bayangkan bila tidak ada ABS dan roda anda mengunci saat sedang melakukan pengereman mendadak. Maka kemanapun stir anda belokkan, mobil tidak akan ikut berbelok kiri ataupun kanan. Karena dalam kondisi itu gaya dorong mobil masih sangat besar.
  • EDS (Electronic Differential Lock) : Merupakan suatu fitur yang memang di rancang apabila salah satu ban mobil terjebak dalam lumpur licin yang pasti pada mobil umum terjadi slip atau putaran roda hanya pada ban yang tergelincir di lumpur. Karena bila kita pernah melihat isi dari differential mobil, putaran roda cenderung mengarah ke salah satu roda yang memiliki beban lebih ringan (bila terjebak lumpur, roda tersebut akan cenderung memiliki beban lebih ringan). Nah Tugas dari EDS ini adalah bila hal itu terjadi, maka modul / komputer mobil akan memerintahkan agar putaran mobil diarahkan ke roda yang tidak slip agar mobil dapat terbebas dari jebakan lumpur tersebut.
  • EDTC (Engine Drag Traction Control) : Adalah teknologi yang dimiliki Volkswagen yang diaplikasikan pada VW T5 yang memiliki cara kerja seperti berikut. Sensor EDTC dipasang disetiap roda yang apabila suatu kondisi dimana supir melepas pedal gas mendadak baik pada jalan lurus atau belok, akan menghasilkan efek slip atau hilangnya traksi roda pada aspal karena kehilangan tenaga / torsi secara mendadak. Hal ini membuat mobil dapat tergelincir, EDTC melalui signal CAN data Bus memrintahkan mesin dan transmisi untuk meningkatkan tenaga / torsi ke roda untuk menghindari slip yang tadi kita bahas tersebut. Dengan begitu roda tetap memiliki traksi dapat adanya efek slip.
  • TC (Traction Control) : Merupakan teknologi yang dimiliki VW T5 yang membuat pengendara dan penumpang nyaman saat pedal gas di injak habis tanpa membuat roda spin dan tetap dapat berakselerasi dengan lembut. TC dapat di nonaktifkan dengan menekan tombol ESP. Namun menon-aktifkan ESP biasa hanya digunakan saat mobil terjebak didalam salju agar roda dibiarkan spin lebih lama untuk membuatnya menggali timbunan salju agar roda dapat menempel sempurna dengan aspal
  • Hill Start Assistant : Merupakan teknologi yang dapat membantu pengemudi saat mobil harus berjalan di tanjakan terjal tanpa harus membuatnya berjalan mundur karena kita belum sempat memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas. Situasi ini sering kita temui dalam kondisi macet. Dengan teknologi ini maka dalam perjalanan perpindahan kaki dari pedal rem ke pedal gas, secara otomatis komputer akan mengerem sendiri mobil selama 3detik agar mobil tidak mundur. Setelah lebih dari 3detik, maka rem akan terlepas dengan sendirinya. Lagipula memindahkan kaki anda tidak perlu memakan waktu 3 detik kan? 😀
  • ARP (Active Roll over Protection) : Merupakan teknologi yang memiliki sensor dibagian suspensi untuk mendeteksi apakah mobil dalam kondisi kosong, beban sedang, atau penuh beban sehingga dapat membantu cara pengereman mobil juga.
  • Fading Brake Support : Dalam kondisi mobil yang sudah berjalan jauh atau saat melewati jalan penggunungan yang membuat kita sering melakukan pengereman maka temperatur minyak rem akan meningkat juga meningkatkan massa jenis minyak rem. Artinya daya cengkram rem juga menjadi melemah atau kurang pakem. Melalui teknologi ini maka pompa ABS akan menekan fluida rem dengan tekanan yang lebih besar agar tekanan / gaya pengereman lebih besar lagi. Hal ini bertujuan agar pengereman tetap dapat dilakukan dengan mantap.
  • Prefill atau biasa di sebut BA (Brake Assist) merupakan fitur saat pengemudi tiba-tiba melepas gas dan dengan cepat menginjak pedal rem. Maka komputer akan membaca bahwa sedang terjadi kondisi darurat yang mungkin saja karena mobil dengan juga rem mendadak. Untuk itu, komputer akan melakukan pengereman yang lebih dalam dibanding yang diinjak oleh pengemudi. Maka jangan kaget bila penumpang menilai anda melakukan pengereman terlalu dalam 😀
  • Maximum Brake Support / EBD (Electronic Brake Distribution) Adalah fitur yang dapat membagi tenaga pengereman pada roda baik roda depan ataupun belakang agar jarak pengereman menjadi lebih pendek.
  • Rain Brake Support Adalah fitur dimana saat mobil melewati daerah hujan. Maka secara pasti cakram rem juga ikut basah karena hujan dan hal itu membuat pengereman menjadi tidak maksimal. Untuk menjaga kualitas pengereman tetap bagus, maka bila terjadi hujan secara periodik pompa ABS akan memompa sedikit rem agar brake pad menempel sedikit ke disc brake (tanpa membuat penumpang terasa bahwa sedang terjadi pengereman kecil). Tujuannya agar rem tetap dalam kondisi kering dan bersih dari kotoran dan memaksimalkan pengereman. Pertanyaannya adalah, bagaimana si mobil tahu bahwa sedang terjadi hujan???? Ya, betul. Lewat wiper yang pasti kita aktifkan bila terjadi hujan

Demikian beberapa point tentang keselamatan aktif yang dapat kami jabarkan. Masih banyak lagi yang tidak dapat kami jabarkan satu per satu.

https://willycar.com/jual-vw-baru-mt-haryono/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s