Nissan Grand Livina Ultimate 2012 AT Low KM. Tgn 1. Pajak PANJANG

Nissan
Grand Livina
Tipe Ultimate
Tahun 2012 akhir
Warna Putih
Automatic
Low KM
Tangan 1 dari baru. A/n Pribadi
Pajak PANJANG akhir tahun
Jok Kulit (Ori) tidak ada luka atau sobek
Jok Baris ketiga tidak pernah di pakai (Masih plastikan)
Double Headrest monitor
Mesin dan transmisi kering tanpa bocor oli
AC Dingin
Tidak pernah kena banjir atau accident
Plafon tidak ada kotoran dan cacat
Kondisi full ori dan standard

Harga 125.000.000 (Nego)
Kontak 0811 9431 69

Continue reading

Advertisements

BMW Z4 E89 2010 2.3 S Drive. Low Millage. Pajak HIDUP. EPIC Cond.

BMW (Bavarian Motor Work)
Z4 E89 (second generation of Z4)
Tahun 2010
2.3L S Drive
Warna Black on Red (Original and warna rare)
Transmisi steptronic w/ paddle shift. Drive select (eco, normal, sport)
Jok kulit tidak ada luka atau sobek
Service record BMW
Low Millage
Pajak HIDUP
Convertible berfungsi normal tanpa kendala
Tidak pernah kena banjir dan accident
Ban tebal
Kondisi full original dan standard
Mobil bebas asap rokok
Kaca film full 3M
BPKB + STNK sesuai dan pajak HIDUP

Harga 630.000.000 (Nego)

Kontak : 0813 158 772  88

Continue reading

Volvo XC90 T5. Volvo For Life

Era tahun 2000an menandakan lahirnya si bongsor SUV milik Volvo. Volvo memang tidak asing di telinga kita warga Indonesia. Sedikit flashback tentang awal kejayaan Volvo Indonesia berawal dari keputusan pemerintahan yang menggunakan mobil buatan Swedia ini sebagai mobil dinas para menterinya, menurut kabar yang saya terima keputusan ini diambil karena pada saat itu masyarakat Indonesia masih belum mengetahui bahwa Volvo adalah mobil mewah. Walaupun dari sisi harga dan kualitas merk Volvo tentu sejajar dengan Mercedes Benz atau BMW. Pertimbangan tersebut diambil karena kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil dan menghindari protes dari masyarakat kebanyakan tentang penggunaan APBN negara. Atau mungkin juga karena kedekatan pemerintah saat itu dengan pihak Indomobil yang saat itu menjadi ATPM Volvo.

Continue reading