Siklus kerja A/C

Dizaman yang semakin edan ini, tiap hari semakin panas saja membuat kehadiran A/C didalam kabin mobil menjadi sangat berharga. Bahkan orang tidak akan membeli mobil bila mobil tersebut tidak memiliki A/Cnya. A/C juga memiliki siklus. Siklus A/C yaitu berupa:

  1. bahan pendingin berupa gas dan dimampatkan oleh kompresor. Akibatnya, suhu dan tekanan bahan pendingin tinggi. Biasanya bersuhu 70 derajat Celcius dan 15kg/cm. Setelah itu gas di keluarkan dari Kompresor.
  2. Dalam pendinginsn yang dikeluarkan dari Kompresor selanjutnya gas dimasukan dalam Kondensor. Disini lalu gas di dinginkan dan diubah kembali menjadi cairan dengan suhu sekitar 50 derajat Celcius dan 15kg/cm.
  3. Karena bahan pendingin bertekanan tinggi dan cair, sebagian menguap dan tak bersih, maka terlebih dahulu harus dikirim ke penampung dan pengering.
  4. Bahan pendingin bertekanan tinggi yang sudah bersih itu dibiarkan mengambang secara tiba-tiba melalui katup ekspansi. Akibatnya suhu dan tekanan bahan pendingin turun mencapai 0 derajat Celcius dan 2 kg/cm. Setelah itu baru dialirkan ke Evaporator.
  5. Di dalam Evaporator, pendingin yang berbentuk kabut itu berubah menjadi gas. Pada saat perubahan wujud itulah terjadi pengambilan panas dari udara disekitarnya. Biasanya mencapai suhu 100 derajat Celcius dan tekanan sampai 2kg/cm. Akibatnya suhu menjadi dingin. Udara dingin itulah yang dialirkan ke ruang penampung.
  6. Setelah itu proses pertamapun berulang seperti demikian…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s