Hubungan Antara Catalytic Converter dan ECU

Catalytic Converter

ECM Engine Control Computer

Pada hari pertama masuk kuliah di Polman Astra, tiba-tiba terlintas di pikiran saya untuk menanyakan apakah hubungan antara Catalytic Converter dengan Electronic Control Unit (ECU). Karena pada suatu hari, saya mendapat pernyataan bahwa setiap catalytic converter hanya bisa di aplikasikan kepada mobil yang sudah menganut sistem injeksi terkomputerisasi. Setelah melontarkan pertanyaan itu kepada salah satu dosen saya, maka beginilah jawaban beliau.

Jadi, Catalytic converter itu berfungsi untuk menyaring gas sisa pembakaran menjadi lebih ramah lingkungan. Nah, di dalam Catalytic Converter terdapat sensor yang dapat mengukur berapa persen kadar gas O2 (Oksigen), Karbondioksida (CO2), Karbomonoksida (CO), dan NitrogenOksida (NoX). Nah, dari hasil sisa pembakaran ini sensor akan mengirim sinyal ke ECU dan ECU akan membaca sinyal yang dikirim. Apabila CO2 dan CO terlalu banyak, itu artinya telah terjadi pembakaran gemuk (campuran bensin terlalu banyak). Tetapi apabila kadar NoX terlalu banyak itu artinya telah terjadi pembakaran kurus (campuran udara terlalu banyak).

Tambahan sedikit dari saya. Menurut info yang saya dapatkan, umur Catalytic Converter ini berada dikisaran angka 5tahun usia pakai. Jadi setelah pemakaian kendaraan sekitar 5tahun, setiap pemilik mobil di anjurkan untuk memeriksa kondisi catalytic converter.

Advertisements

One thought on “Hubungan Antara Catalytic Converter dan ECU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s