Fungsi, Tujuan, dan Cara Menggunakan Radiator Flush

cooling_flush

Radiator menjadi suatu perangkat penting dalam sebuah kendaraan, terutama mobil. Namun dewasa ini juga sudah banyak produsen motor yang mengaplikasikan radiator pada motor produksi mereka. Karena radiator memiliki fungsi utama sebagai penurun dan menstabilkan suhu / temperatur mesin agar tidak terjadi over heat dan juga radiator lewat thermostat bertujuan untuk mempercepat suhu kerja mesin menuju suhu kerja ideal. Selain itu radiator juga memiliki pengaruh bagi peforma mesin, jika suhu mesin terlalu tinggi maka peforma mesin pasti menjadi turun.

Coolant

Dibalik pentingnya kerja radiator, terdapat cairan / fluida yang berperan penting di dalamnya. Cairan tersebut bernama Coolant. Coolant menjadi suatu media untuk terjadinya perpindahan panas (kalor). Yaitu memindahkan panas dari mesin ke radiator untuk di turunkan temperaturnya oleh radiator. Lalu terus bersirkulasi sesuai dengan pembukaan pintu radiator (thermostat). Coolant memiliki masa jenis yang lebih berat dari air mineral biasa. Karena coolant harus memiliki titik didih diatas 100 derajat celcius, agar tidak menguap saat harus menerima panas mesin. Thermostat memiliki sensor panas yang berguna mendeteksi temperatur coolant dalam waterjacket. Biasanya thermostat akan membuka pintu untuk coolant bersirkulasi pada temperatur 90an derajat celcius, namun pada beberapa mobil yang memiliki efisiensi panas tinggi thermostat baru bisa membuka hingga pada temperatur sekitar 105 derajat celcius. Untuk itu coolant juga membutuhkan perhatian khusus. Harus secara periodik coolant dalam radiator diganti dengan yang baru, karena coolant juga memiliki usia pakai juga. Apabila tidak diganti secara periodik maka selain tetap bisa menguap walau dalam ukuran yang sangat kecil namun yang terpenting adalah coolant dapat berubah secara kimiawi dan panas menjadi terdapat campuran karat di dalamnya. Maka penggunaan RADIATOR Flush.

tech-restore-radiator-flush-250ml-bottle-104-p

Radiator Flush

Radiator Flush merupakan sejenis cairan / fluida juga yang bertujuan untuk mengangkat kotoran atau kerak karat yang menempel baik dalam radiator ataupun waterjacket mesin. Seperti yang kita ketahui, kerak karat atau kotoran dalam mempersempit celah tempat lewatnya coolant. Sehingga kecepatan coolant memindahkan panas dari waterjacket ke radiator menjadi terhambat dan efek terburuknya adalah mesin menjadi overheat.

Radiator flush sebaiknya digunakan bersamaan saat kita ingin menguras coolant dalam radiator secara periodik tersebut. Setelah coolant lama dibuang lewat lubang tab pada bagian bawah radiator lalu air mineral pertama di masukkan ke dalam radiator untuk menguras coolant yang masih tersisa dalam water jacket, lalu campurkan lah radiator flush tersebut. Lalu nyalakan mesin sekitar 10-15 menit agar coolant dapat tersirkulasi beberapa kali dan radiator flush ikut bekerja. Lalu setelah itu, teman-teman bisa melanjutkan membaca artikel kami yang berisikan tentang cara menguras coolant dalam radiator pada link dibawah ini

https://willycar.com/2008/04/02/cara-mencuci-radiator/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s