Jenis Oli Apa Ya, Yang lebih Cocok Untuk Kendaraan Kita…

 

Kepada teman-teman yang setia membaca tentang ulasan kami. Follow twitter kami @willycarcom untuk mendapat info-info tentang otomotif yang lebih banyak lagi. Banyak baca, banyak tahu, menjadi pengendara yang lebih cerdas. 😉

Oli sekarang ini tidak hanya sekedar cairan yang bertugas untuk melumasi mesin, melainkan suatu komponen yang wajib di periksa dan di ganti secara periodik agar mesin kendaraan selalu kembali ke kondisi semula. Dewasa ini oli hadir dengan berbagai macam viskositas dan jenis-jenis. Selain oli yang berbentuk cair, ada juga oli yang berbentuk pasta atau yang biasa disebut gemuk.

Gemuk digunakan untuk komponen kendaraan yang membutuhkan kekentalan tinggi. Gemuk atau stempet banyak digunakan untuk melumasi bantalan-bantalan seperti cross joint, lager, tie rod, dan sebagainya. Gemuk berbeda dengan oli, karena gemuk tidak perlu pergantian secara periodik. Berbeda dengan oli yang membutuhkan perhatian khusus.

Pada beberapa oli terdapat tulisan SAE 30, SAE 40, SAE 50. (tanpa huruf W di belakang) merupakan klasifikasi jenis oli yang cocok untuk daerah tropis di Indonesia yang tidak mengenal musim salju dan negara-negara saat menghadapi meisn semi atau panas

Sedangkan pelumas dengan dengan angka SAE 20w-50, SAE 10w-40, bahkan sudah ada 0w-40. Dengan adanya huruf W setelah angka pertama, memiliki kepanjangan dari Winter. Oli jenis ini cocok untuk kendaraan dimusim dingin, karena oli-oli tersebut telah di beri bahan aditif untuk mencegah beku.

Selain jenis SAE, ada juga oli berkode API (American Petroleum Institute). Pada jenis oli berkode API biasanya diberi tambahan huruf mulai dari SA sampai SZ. Semakin mendekati SZ maka semakin bagus juga kualitas olinya.

SA: Pelumas ini digunakan untuk mesin bensin dan mesin diesel awal. Pelumas ini murni mineral (tanpa aditif) dan kini sudah tidak diproduksi lagi karena sudah tidak cocok untuk mengakomodir kebutuhan mesin.

SB: Pelumas yang mengandung aditif ini pertama kali di buat pada tahun 1930.

SC: Dibuat untuk melumasi bensin buatan tahun 1964-1967 dibawah rekomendasi pabrik. Kandungan aditifnya lebih baik dari SB, yaitu mengendalikan pembentukan deposit, pada suhu tinggi dan rendah. Juga mempunyai aditif pencegah keausan, karat, dan korosi. Memenuhi standard spesifikasi Ford M2C 101B dan GM 6014M

SD: Dibuat untuk melumasi bensin buatan tahun 1968-1970 dibawah rekomendasi pabrik. Kandungan aditifnya lebih baik dari SB, yaitu mengendalikan pembentukan deposit, pada suhu tinggi dan rendah. Juga mempunyai aditif pencegah keausan, karat, dan korosi. Pelumas ini cocok untuk menggantikan SA, SB, SC.

SE: Dibuat untuk melumasi bensin buatan tahun 1972-1979. Pelumas ini dapat menjamin kebutuhan mesin mulai dari tahu 1980-1989. Pelumas ini dapat melebihi kinerja mulai dari API SA-API SD.

SG: Oli jenis ini mampu mengakomodir kebutuhan mesin mulai dari tahun 1989 keatas. API SG ini dapat juga digunakan untuk pelumas mesin  diesel mulai dari kelas CC. Pelumas ini dapat menggantikan pelumas SF, SE, SF/CC, dan SE/CC. Pelumas ini diperuntukan untuk mesin diatas tahun 1993 ke atas.

SJ:  Kategori pelumas ini baru dikeluarkan pada tahun 1997 dan dirancang untuk mesin mulai dari tahun 1996. Digunakan untuk mesin berbagai jenis kendaraan bensin.

SL-SO: Sangat cocok untuk mesin diatas tahun 2000 dan mesin sport.

CA: Cocok untuk mesin diesel ringan yang diproduksi pada tahun 1940-1950 dan dapat juga digunakan untuk mesin bensin. Tapi sekarang sudah tidak diproduksi lagi.

CB: Pelumas mesin diesel ringan sampai menengah , tetapi dengan bahan bakar kualitas yang lebih rendah kadar belerangnya.  Pelumas ini diperkenalkan pada tahun 1949 dan telah memenuhi spesisikasi MIL-L 2104A.

CC: Pelumas mesin diesel dengan Turbo dan Supercharge yang bertugas pada mesin diesel tingakt menengah sampai berat ringan. Pelumas ini diperkenalkan pada tahun 1961. Telah memenuhi standard MIL-L2101B.

CD: Pelumas mesin diesel dengan Turbo dan Supercharge yang bertugas pada mesin diesel dengan bahan bakar beraneka ragam. Pelumas ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1965.

CD-II: Digunakan untuk mesin diesel 2langkah atau 2 tak.

CE: Pelumas ini diperuntuk mesin diesel turbo dan supercharge tugas berat  dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 1983.

CF-4: Diperuntukan untuk mesin diesel 4 langkah pada tahun 1990 keatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s