Sekilas tentang Mechatronic pada Transmisi Otomatis

VW_DSG_transmission_DTMB

Menurut Ir. Dede Lia Zariatin,, MT. Mechatronic adalah perpaduan kerja antara permesinan mekanis, elektronik, kontrol, dan komputer yang bekerja sama didalam suatu desain proses. Terdapat dua poin yang menjadi terpenting ketika kita membahas mekatronik yaitu arsitektur control desain dan actuator sebagai pelaksana.

Mekatronik yang terpasang di sebuah mobil dewasa ini sudah sangat banyak. Karena semakin canggih sebuah kendaraan membutuhkan pergerakan yang semakin presisi dan lembut. Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas mekatronik yang berada pada transmisi otomatis.Tugas utama dari mekatronik dalam transmisi otomatis adalah membaca, mengatur, dan memindahkan transmisi pada saat mobil sedang berjalan. Sehingga menjadi tanggung jawab dari mekatronik dalam melakukan perpindahan transmisi yang selembut mungkin namun tetap bisa melakukan perpindahan transmisi yang membuat konsumsi bahan bakar sehemat mungkin (bagi mobil perkotaan) atau perpindahan transmisi  yang dapat membuat mobil dapat berjalan secepat mungkin (bagi mobil balap / sport).

Dahulu sebelum adanya mekatronik tercipta, perpindahan transmisi otomatis pada mobil dilakukan secara manual. Yaitu dengan mengandalkan putaran mesin. Apabila perputaran mesin sudah mulai meninggi, tekanan fluida yang sudah tinggi pula juga akan menekan sensor sehingga sensor tersebut akan memerintahkan beberapa selonoid yang berkaitan untuk membuka atau menutup sehingga transmisi dapat berpindah ke atas. Namun efek sampingnya adalah perindahaan transmisi baik naik atau turun menjadi sangat kasar dan tidak nyaman (terjadi sentakan yang besar), selain itu perpindahan transimisi yang tidak presisi ini juga membuat konsumsi bahan bakar pada mobil otomatik dahulu menjadi sangat tidak efisien.

zf_mechatronic_system_zoom

Cara kerja dari mekatronik yang berada pada transmisi mobil adalah dengan menempatkan banyak sensor yang berguna untuk membaca seluruh kondisi yang berkaitan dengan shifting transmisi. Sebagai contoh terdapat sensor temperature didalam transmisi, sensor rpm mesin, sensor kecepatan, sensor bukaan throttle, sensor tekanan fluida, sensor posisi transmisi saat ini, dan masih banyak lainnya. Dengan pembacaan dari sensor yang dikonversi menjadi signal-signal tersebut dikirim ke ECM (Electronic Control Modul). Didalam ECM signal-signal input dari sensor tersebut akan di kalkulasi lewat ratusan bahkan ribuan perhitungan baik matematika dan fisika yang hasil dari perhitungan tersebut akan menghasilkan output yang memerintahkan actuator untuk melaksanakan perintah dari ECM tersebut. Semisal apakah harus shifting up atau shifting down atau bahkan tidak perlu adanya shifting. Actuator yang dimaksud adalah kumpulan selonoid yang berfungsi sebagai “pintu gerbang” dari seluruh fluida – fluida bertekanan tinggi tersebut. Fluida tersebut di dalam mekatronik di letakkan didalam lubang-lubang kecil yang bertujuan dapat menghasilkan tekanan tinggi. Lubang tersebut sering disebut lubang cacing atau worm hole. Fluida dari lubang cacing tersebut setelah melewati selonoid yang terbuka akan mendorong baik itu clutch atau brake pada PGU (Planettary Gear Unit) di dalam transmisi.

trans_oilflow automatichydraulic

 

Kepada teman-teman yang setia membaca tentang ulasan kami. Follow twitter kami @willycarcom untuk mendapat info-info tentang otomotif yang lebih banyak lagi. Banyak baca, banyak tahu, menjadi pengendara yang lebih cerdas. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s