AirBag… Kantung Udara…

AirBag atau dalam bahasa Indonesianya Kantung udara adalah suatu peranti tambahan yang sekarang ini sudah diaplikasikan pada setiap kendaraan roda empat.  Peranti ini berfungsi untuk menahan tumbukan akibat tabrakan atau tabrakan frontal. Saat terjadi tabrakan yang cukup keras, maka AirBag akan keluar menggelembung untuk mencegah benturan antara pengemudi dan penumpangnya terbentur bagian depannya seperti Dashboard dan kaca depan. Alat ini menyandang gelar Secondary Impacts, artinya alat ini hanya diperuntukan sebagai alat pengaman kedua setelah Sabuk pengaman.

AirBag ini biasanya akan keluar saat kendaraan berada pada kecepatan diatas 80km/h. Dua sampai 3 buah sensor deselerasi yang dipasang pada bagian depan mobil akan mengirimkan sinyal ke modul kantung udara. Sementara itu, sebuah sensor pengontrol dipasang agak di belakang. Jika satu sensor deselerasi dan satu sensor kontrol akan menggelembung. Pemasangan sensor kontrol atau sering disebut saving sensor ini diperlukan untuk mencegah kantung udara menggembung pada saat tidak diperlukan

Sistem pengaman AirBag ini dilengkapi dengan diagnostic module yang meneruskan sinyal sensor sekaligus memantau keseluruhan konsidi AirBag. Diagnostic module inipun menyediakan suatu daya jika aki lemah. Modul AirBag terdiri atas peranti penggembung, AirBag nilon, dan penutup yang dapat pecah. Dibagian dalam peranti penggembung (inflator) terdapat pematik api yang dapat membakar sodium azide. Dalam waktu 1/10 detik setelah butiran sodium azide terpecik api, bahan ini akan menjadi gas Nitrogen yang menggembungkan AirBag nilon sebelumnya, gas Nitrogen tersebut akan disaring untuk menurunkan suhu sehingga tidak membahayakan penumpang . Pada kebanyakan SRS (Supplemental Restraint System) nama lain untuk AirBag pintar bagi pengemudi, diperlukan waktu hanya 1/30 milidetik untuk menggembung 100%, bahkan pada mobil VW (VolksWagen), waktu yang diperlukan hanya 1/25 milidetik. Agar tidak menimbulkan sentakan yang tidak perlu, setelah menggembung AirBag tersebut akan segera mengempis dalam waktu 0.2detik. Dalam proses pengempisan ini energi benturan akan diserap dan resiko benturan dikurangi.

Pada mobil – mobil kelas menengah yang telah di lengkapi Airbag, biasanya apabila mobil mengalami kecelakaan. Airbag mengembang secara keseluruhan. Tetapi untuk mobil kelas menengah atas, biasanya setiap kursi di lengkapi sensor berat yang berguna untuk mengukur apakah kursi itu di isi penumpang atau tidak. Sehingga apabila terjadi kecelakaan, airbag hanya mengembang pada kursi yang dianggap di duduki penumpang. Dengan teknologi ini, maka owner dapat mereduksi biaya yang tidak perlu di keluarkan. Karena biasanya airbag di hargai sekitar 10juta tergantung dari mobil itu sendiri. SRS Airbag merupakan singkatan dari Supplementary Restrain System, merupakan alat keselamatan pasif sehingga penumpang dan pengemudi harus tetap menggunakan alat pengaman aktif seperti seatbelt.

Bila bicara cara kerja atau diagram kerja dari system airbag dapat di paparkan seperti berikut:

Crash > Crash Sensing > Make Decision deployment or not > Ignite the Inflator > Produce Nitrogen Gas to Inflate The Bag > Bag Deploying > Full Deployment of the bag > Protect the Accupants > Vent Gas > Airbag system Complete.

Airbag pada waktu 20mSec baru mengembang hingga pada 40mSec sudah mengembang secara sempurna dan pada 105-150mSec Airbag akan mengempis.

Advertisements

7 thoughts on “AirBag… Kantung Udara…

  1. Melfa.yuniarta70@gmail.com Melfa says:

    Kenapa indikator air bag di mbl saya nyala trs yah.padahal gak keluar.sayabpake mbl nissan xgear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s